Kumulai hadapi kilauan mentari
mencoba menata hati
kubawa diri ini
ke haribaan Ilahi
setengah hari kulalui
tanpa senyum di hati
meski kulihat senyummu
hati tetap saja semu
hingga gelap,senyummu masih terbias dalam hatiku
kurasakan kalbumu suram seperti halnya diriku
wahai duniamu,yang ingin kugapai
meski langitku kau sibak dan hempas
janganlah kau gersang
senyumlah,semailah kdamaian..
Selasa, 28 April 2009
Minggu, 26 April 2009
Dua Dunia
Bosan juga,hati ini memendam
lelah nian,cinta itu kuredam
langitku,kian mendung
dalam prasaan yang mengapung
aku,dan langitku
kau,dan langitmu
aku dan duniaku
kau dan duniamu
aku ingin memejamkan mata
beserta alunan dengkuranmu
aku ingin terbangun,bertahajud bersamamu
namun,bukanlah bumiku,yang diinginkan oleh langitmu..
lelah nian,cinta itu kuredam
langitku,kian mendung
dalam prasaan yang mengapung
aku,dan langitku
kau,dan langitmu
aku dan duniaku
kau dan duniamu
aku ingin memejamkan mata
beserta alunan dengkuranmu
aku ingin terbangun,bertahajud bersamamu
namun,bukanlah bumiku,yang diinginkan oleh langitmu..
Diposting oleh
Wildan Muhammad
Kamis, 23 April 2009
Yah..Waktu yang lama tu..Berakhr juga..
Dia da dalm helaian rapuhnya hatiku
ia juga ada,dalam tegarnya mentari senja
teramat sucinya,hingga langitpun takluk
dan bunga melayu
apa yang kau bayangkan?
Sosok anggun mempesonakah?
Benar,tapi bukan langitku yang kan menyelimuti dunianya..
ia juga ada,dalam tegarnya mentari senja
teramat sucinya,hingga langitpun takluk
dan bunga melayu
apa yang kau bayangkan?
Sosok anggun mempesonakah?
Benar,tapi bukan langitku yang kan menyelimuti dunianya..
Diposting oleh
Wildan Muhammad
Langganan:
Komentar (Atom)

