Minggu, 01 Maret 2009

Aku dan samudraku

sebuah kapal berjalan menyisir samudra
tampak olehnya hanya sebuah dayung dari dedaunan
dan anak manusia lugu di atasnya

ia mendayung kapal itu
hingga ke tengah lautan
dan di sana ia temukan kehampaan

arus laut yang tak menentu
alur pacu angin yang kadang tak bersahabat
langit yang kadang menangis

kapal manusia itu terus melaju, mengikuti arus samudra dan alur hembusan angin...
terombang ambing...
terhanyut dan terbawa...

namun tak kunjung jatuh dan tenggelam...



itulah sedikit penggambaran kehidupanku saat ini...

2 komentar:

Pipit Pito mengatakan...

mbo' perahumu digowo pas aku kebanjiran, kan iso nulungi aku

T.T

ichsandayat mengatakan...

ealah kang...