Asslmu'alaikm smw..
Gmn kbarnya?Fuh,rsnya aq mlai snang brbgi dgn klian,rsnya gak lengkp hri2q,klo g ngisi forum ni..
Barangkali,hr ni aq mlai mnmkn ti2k,dmna driq ada dsna..
Syukur alhmdulillh..
Tp,aq msh mraskn hmpa..Rsany kbrdaanq msh samar diantra org2 dsktarq..
Dlm kurun 1th ni,aq mnglami byk prbhn dr brbgai si2..
Stu si2,aq ingn mjd org yg mnrapkn hkum agma dgn mantp..
Tp jg d si2 lain,aq tetp ingn mjd org yg tdk ktngglan gaul dgn tmen2q..
Byk hal dr 2 si2 tu yg slg brtntgn..
Dlm prosesx,aq mjd org yg tdk tguh pndrian..Srg ikt2an arus,dll
Yah,mgkn mmg ni hal sdrhna,tp aq hny ingn brbgi ksahq dgnmu tmnq..
Krn,klian bgq,lbh dr kluarga..
Yap,ckp u/hri ni,smga qt slalu dbri ptnjuk olehNYA..
Jzkalh bwt mmbca crta bdohq ni..
Wasslm.Wr.Wb
Rabu, 29 Oktober 2008
Selasa, 28 Oktober 2008
Pernahkah kau rasa
Asslmu'alaikm tman2,
yah,akhirnya ujian mid brlalu..
Klian th,aq saingan ma tmenq..Yg kalah bliin brg yg menang..
Yah,mengingat driq yg lmayan males ni,g mgkn dh gw jd menang..
Tp..
Lbh dr tu,aq pgn tny sm km..
Curhat ni crtax..
Prnh g,ngrasa drmu ada dlm sbh kraguan yg bsar..
D pkiranmu pnuh ktdktnangan..
Seakn2 stp kli mlakukn ssuatu,hal tu slh..
Mrsa tdk mmliki kbrdaan,ktika brsma tman2mu..
Mrsa km bgg menentkn jln hdp..
Km brda d antra byk krakter kmunts&smkn lm km mrsa smkn tdk bs mnysuaikn dr dgn kmunts2 tu..
Apa yg km plih?Ktka smw jaln trlht baik..
Ya Allah,ada apa dgn hamba ni?
yah,akhirnya ujian mid brlalu..
Klian th,aq saingan ma tmenq..Yg kalah bliin brg yg menang..
Yah,mengingat driq yg lmayan males ni,g mgkn dh gw jd menang..
Tp..
Lbh dr tu,aq pgn tny sm km..
Curhat ni crtax..
Prnh g,ngrasa drmu ada dlm sbh kraguan yg bsar..
D pkiranmu pnuh ktdktnangan..
Seakn2 stp kli mlakukn ssuatu,hal tu slh..
Mrsa tdk mmliki kbrdaan,ktika brsma tman2mu..
Mrsa km bgg menentkn jln hdp..
Km brda d antra byk krakter kmunts&smkn lm km mrsa smkn tdk bs mnysuaikn dr dgn kmunts2 tu..
Apa yg km plih?Ktka smw jaln trlht baik..
Ya Allah,ada apa dgn hamba ni?
Diposting oleh
Wildan Muhammad
Senin, 27 Oktober 2008
Ia yang kehilangan dirinya
Spasang mata di ujung lorong
menatap sunyi..
Ia trmangu dlm ht mmnt tolong
namun tak ada yang melihat ia berdiri
skejap kmudian ia d kramaian
mnatap buta,ia merana
cengkerama,canda,tawa
trdengar sunyi d telinganya
siapa aku?
Dmanakah aku?
Driku ada mengapa?
Apakah lebih baik aku sirna?
Allah,aku ingin mencintaimu
menatap sunyi..
Ia trmangu dlm ht mmnt tolong
namun tak ada yang melihat ia berdiri
skejap kmudian ia d kramaian
mnatap buta,ia merana
cengkerama,canda,tawa
trdengar sunyi d telinganya
siapa aku?
Dmanakah aku?
Driku ada mengapa?
Apakah lebih baik aku sirna?
Allah,aku ingin mencintaimu
Diposting oleh
Wildan Muhammad
Senin, 20 Oktober 2008
lihatlah diri kita sekarang, masihkah kau mengeluh?
Seumur Hidup Ari Bersisik (syndrom ichthtyosis)
Diposkan oleh home 07 September 2008 di 10:04
Ari (12), anak laki-laki pasangan dari Nur Ali dan Ernawati harus menanggung derita seumur hidupnya terkait syndrom ichthtyosis atau lebih dikenal dengan sindrom sisik ikan yang diderita pada sekujur kulit yang membalut tubuhnya. Dokter spesialis kulit yang memeriksa kondisi warga Jalan Palem Indah Bintaro, Rt01/07 Pondok Aren, Kabupaten Tangerang ini telah mevonis keadaan Ari tidak akan bisa normal 100 persen. Seumur hidupnya, Ari juga harus selalu menggunakan pelembab untuk menjaga agar kondisi kulitnya tidak kering dan untuk mencegah iritasi.
Belum sembuh dari penyakit yang dideritanya sejak 12 tahun lalu, Ari sendiri juga sudah harus merelakan mata sebelah kanannya yang sudah tidak bisa melihat lagi akibat efek samping pengeringan kulit yang dideritanya. Selain itu, Ari juga harus menggunakan air mata buatan untuk menjaga kelembaban di mata kirinya, yang masih normal.
Penyakit mengeringnya sel-sel kulit yang diderita Ari ini diduga kuat karena adanya perkawinan genetika atau genodermatosil yang menyatu disel-sel tubuh Ari. Terungkap bahwa orang tua anak malang ini masih memiliki hubungan darah (secara biologi-red), dimana keduanya kemungkinan besar telah memiliki sel syndrom ichthtyosis dalam tubuhnya, meski tidak dominan. Akibatnya, sel-sel syndrom ichthtyosis yang telah ada pada genetika orang tua Ari menyatu pada proses pembuahan dan pembentukan kelengkapan anggota tubuh Ari dalam kandungan.
“Kelainan yang diderita Ari tidak menular dan ini bukan penyakit melainkan syndrom atau lebih tepat dikatakan syndrom ichthtyosis. Kelainan pada kulit Ari secara medis dapat dijelaskan karena memang ada perkawinan genetika syndrom ichthtyosis yang pada akhirnya terbentuk sempurna pada tubuh Ari. Kulit Ari tidak akan dapat kembali normal seratus persen. Tidak akan ada operasi dan pencangkokan kulit, Ari hanya akan dirawat hingga kondisinya memang dinilai sudah membaik. Perawatan akan dititik beratkan pada pemberian obat pelembab pada kulit Ari dan mengembalikan kondisi Ari yang juga memang terkategorikan mengalami gizi buruk,” jelas dr Anggraeni Djuanda, Sp. K, dokter spesialis kulit yang merawat Ari.
Sementara itu, dokter spesialis kulit yang juga merawat Ari, dr Ellyd Arifin, Sp. Kk menjelaskan kemungkinan Ari akan dirawat di RSUD selama 1 bulan kedepan atau menunggu perkembangan lebih jauh. Terkait dengan tidak akan dilakukannya operasi ataupun pencangkokan kulit, Ellyd Arifin mengatakan bahwasanya tidak ada lagi sel kulit yang dapat dicangkok disekujur tubuh Ari.
Setidaknya untuk melakukan perawatan intensif kepada Ari, akan ada tim yang dibentuk, terdidir dari beberapa dokter spesialis. Diantaranya, spesialis kulit, spesialis mata, ahli gizi dan dokter umum yang akan memantau perkembangan kondisi fisik Ari.
“Akan banyak dokter dan ahli yang akan diikutikan untuk memantau perkembangan kesembuhan Ari. Saat ini belum dapat dijelaskan syndrom ichthtyosis jenis apa yang diderita oleh Ari mengingat belum dilakukannya cek medis secara konferehensif. Meski begitu, Ari harus terus menggunakan pelembab dalam kesehariannya agar tidak terjadi iritasi dan mengatasi kekeringan pada kulitnya,” ucap Ellyd.
Ari sendiri yang dirawat diruangan pasien Anyelir A lantai II, RSUD Tangerang terlihat tetap tegar mengalami penyakit yang dideritanya dan tidak peduli dengan apa yang terjadi. Terlihat dari tatapan mata Ari seolah bertanya, apakah ada yang salah dalam diri saya?
Diposkan oleh home 07 September 2008 di 10:04
Ari (12), anak laki-laki pasangan dari Nur Ali dan Ernawati harus menanggung derita seumur hidupnya terkait syndrom ichthtyosis atau lebih dikenal dengan sindrom sisik ikan yang diderita pada sekujur kulit yang membalut tubuhnya. Dokter spesialis kulit yang memeriksa kondisi warga Jalan Palem Indah Bintaro, Rt01/07 Pondok Aren, Kabupaten Tangerang ini telah mevonis keadaan Ari tidak akan bisa normal 100 persen. Seumur hidupnya, Ari juga harus selalu menggunakan pelembab untuk menjaga agar kondisi kulitnya tidak kering dan untuk mencegah iritasi.
Belum sembuh dari penyakit yang dideritanya sejak 12 tahun lalu, Ari sendiri juga sudah harus merelakan mata sebelah kanannya yang sudah tidak bisa melihat lagi akibat efek samping pengeringan kulit yang dideritanya. Selain itu, Ari juga harus menggunakan air mata buatan untuk menjaga kelembaban di mata kirinya, yang masih normal.
Penyakit mengeringnya sel-sel kulit yang diderita Ari ini diduga kuat karena adanya perkawinan genetika atau genodermatosil yang menyatu disel-sel tubuh Ari. Terungkap bahwa orang tua anak malang ini masih memiliki hubungan darah (secara biologi-red), dimana keduanya kemungkinan besar telah memiliki sel syndrom ichthtyosis dalam tubuhnya, meski tidak dominan. Akibatnya, sel-sel syndrom ichthtyosis yang telah ada pada genetika orang tua Ari menyatu pada proses pembuahan dan pembentukan kelengkapan anggota tubuh Ari dalam kandungan.
“Kelainan yang diderita Ari tidak menular dan ini bukan penyakit melainkan syndrom atau lebih tepat dikatakan syndrom ichthtyosis. Kelainan pada kulit Ari secara medis dapat dijelaskan karena memang ada perkawinan genetika syndrom ichthtyosis yang pada akhirnya terbentuk sempurna pada tubuh Ari. Kulit Ari tidak akan dapat kembali normal seratus persen. Tidak akan ada operasi dan pencangkokan kulit, Ari hanya akan dirawat hingga kondisinya memang dinilai sudah membaik. Perawatan akan dititik beratkan pada pemberian obat pelembab pada kulit Ari dan mengembalikan kondisi Ari yang juga memang terkategorikan mengalami gizi buruk,” jelas dr Anggraeni Djuanda, Sp. K, dokter spesialis kulit yang merawat Ari.
Sementara itu, dokter spesialis kulit yang juga merawat Ari, dr Ellyd Arifin, Sp. Kk menjelaskan kemungkinan Ari akan dirawat di RSUD selama 1 bulan kedepan atau menunggu perkembangan lebih jauh. Terkait dengan tidak akan dilakukannya operasi ataupun pencangkokan kulit, Ellyd Arifin mengatakan bahwasanya tidak ada lagi sel kulit yang dapat dicangkok disekujur tubuh Ari.
Setidaknya untuk melakukan perawatan intensif kepada Ari, akan ada tim yang dibentuk, terdidir dari beberapa dokter spesialis. Diantaranya, spesialis kulit, spesialis mata, ahli gizi dan dokter umum yang akan memantau perkembangan kondisi fisik Ari.
“Akan banyak dokter dan ahli yang akan diikutikan untuk memantau perkembangan kesembuhan Ari. Saat ini belum dapat dijelaskan syndrom ichthtyosis jenis apa yang diderita oleh Ari mengingat belum dilakukannya cek medis secara konferehensif. Meski begitu, Ari harus terus menggunakan pelembab dalam kesehariannya agar tidak terjadi iritasi dan mengatasi kekeringan pada kulitnya,” ucap Ellyd.
Ari sendiri yang dirawat diruangan pasien Anyelir A lantai II, RSUD Tangerang terlihat tetap tegar mengalami penyakit yang dideritanya dan tidak peduli dengan apa yang terjadi. Terlihat dari tatapan mata Ari seolah bertanya, apakah ada yang salah dalam diri saya?
Diposting oleh
Wildan Muhammad
Minggu, 19 Oktober 2008
petikan cerita, kala hujan merintih
Assalamu’alaikum…
Tak sedikit hal yang kualami hari ini. Namun, gak bisa dibilang banyak juga. Aku menuliskan sepotong kisah ini, agar aku bisa selalu mengingatnya.
Di tengah rintihan air hujan yang jatuh membasahi bumi, aku sendiri di kamar, nenek dan ibuku sedang larut dalam kekhusyukan sembahyang maghribnya. Setelah membaca 1 ruku’ ayat-ayat suci Al qur’an aku pun melihat hujan sejenak. Empph…aku hirup udaranya dan aku merasa seperti baru saja mendapat limpahan rahmat dan semangat dari Sang Pencipta.
Tapi bukan ini yang ingin aku ceritakan…(gubrak)
Mari kita mulai, tepat saat hujan berhenti turun.
Minggu pagi, matahari bersinar tidak begitu cerah. Aku melihat waktu menunjukkan pukul 06.25. “Saatnya aku bergegas” pikirku. Ngomong2, aku sudah niat, bahwa pada hari ini aku akan main ke tempat teman lamaku waktu SMP dan SMA. Rumahnya di daerah Kartasura. Kalo dihitung2, jaraknya dari rumahku lumayan, mungkin sekitar 20 km.
Jarak segitu, aku akan menempuhnya dengan sepeda onthel(baca:sepeda biasa).
Segera aku mengambil tasku(pinjeman sih, sebenarnya punya temenku, Nabila). Dengan sigap aku memasukkan botol air minum 1,5 liter. Memeriksa dompet, dan hape. “Ok, semua lengkap.”
Tiba2 ibuku datang membawa berita gembira..hahaha..
“Le, mau pibo ninggali kowe duit dingo sangu. Kuwi ning mejo.”
Ada yang gak bisa bahasa jawa? Mari kita terjemahkan..
“Nak, tadi nenek ngasih kamu uang buat jajan. Tuh, di meja.”
Sebagai tambahan, ‘pibo’ bukan berarti ‘nenek’. Nenek, bahasa jawanya itu ‘simbah’, tapi karena waktuku masih imut, gak bisa panggil simbah, akhirnya manggilnya, “Pibo…Pibo!!”
Begitulah ceritanya…
Ehm, kembali ke topic utama. Setelah mengucapkan salam. Aku berdoa dan embgayuh sepedaku. Diiringi music dari MP4 Player yang aku beli dari temenku dengan harga yang sedikit kemahalan.
Mendaki gunung, lewati lembah
Sungai mengalir indah ke samudra
Bersama teman, bertualang…(OST. Ninja Hattori)
Setelah kurang lebih 30 menit mengayuh, akhirnya aku sampai di daerah Windan, Kartasura. Aku piker, daripada ntar aku dikasih makan sama temenku, mending aku sarapan dulu.
Soto lamongan, bubur ayam sukabumi, soto kwali, RM. Padang. Dari semua itu, akhirnya aku memilih bubur kacang ijo. Di depan pabrik Tyfountex yang baunya mirip cokak(asam cuka) aku menikmati bubur kacang ijo yang nikmat itu.
Selesai, aku menghampiri bapak penjualnya dan membayar. Dari sana, entah kenapa hatiku tersentuh. Aku melihat sosok seorang lelaki tua yang umurnya kira2 sudah mencapai 75 tahum masih berkeliling menjualkan bubur kacang ijo. Aku seperti merasakan benar, perjuangan dari kakek ini. Mungkin jika mendengar cerita dari si kakek, aku bisa benar2 menangis.
Yang lebih mengherankan,
“Pak, sudah. Berapa ya Pak?”
Si kakek menjawab,”1500.”
Ini beneran, ato aku salah denger. Rata2 bubur di daerah rumahku dari dulu Rp 2500. Itupun rasa manisnya tidak alami.
Setengah tidak percaya, aku bertanya lagi.
“berapa tadi pak?
Dengan sedikit keras,”Seribu lima ratus mas, bukan dua ribu lima ratus.”
Beneran ternyata. Subhanallah…
Aku bayar tu bubur, lalu segera pergi sambil mendoakan si kakek. Semoga Si Kakek diberi semngat yang lebih dalam berjuang untuk hidupnya.
Begitulah, sepenggal cerita dariku.
Tapi ini belum selesai, aku meneruskan perjalanan ke tempat temenku. Gak sampai 10 menit aku sudah sampai. Sambil mengingat-ingat, aku melihat ke sisi jalan sebelah kanan.
Nah, itu dia.
Sampai di sana, bapaknya yang menyambutku, temanku masih bermain air di kamar mandi. Hehehe…
Fuh, aku beristirahat sambil berbincang2 dengan beliau.
_belum selesai_
*Sebentar, aku mau sholat dulu, biar lebih fresh pikirannya.*
_lanjut lagi_
Setelah lama, akhirnya temanku keluar. Tingkah dan cara bicaranya yang aneh tidak berubah. Biar kugambarkan. Temenku- sebut saja Mr. M-tingkahnya itu beda dari yang lain, seperti orang bodoh, kadang ia berkelakar dan tertawa seperti anak kecil. Pertama kali kenal, gak bakal nyangka kalo dia waktu SMP selalu masuk dalam jajaran juara parallel satu angkatan. Nilainya gak pernah kurang dari 80. Waktu SMA, ia mewakili sekolah dalam lomba Fisika.
Kalo aku ceritakan keanehannya, gak bakal selesai.
Aku di rumah temenku, disetein film jepang. Gila, ceritanya gak romantic, tapi menyentuh. Ada nilai yang bisa kuambil dari cerita itu.
“Kejarlah impianmu, karna impian itu adalah hidup.”
Dari waktu aku sampai, pukul 07.30, sekarang sudah menunjukkan pukul 11.25.
Dengan sedikit berat hati, aku pamit.
Satu lagi keanehan dan keunikan yang kualami, kali ini dari Bapak dan Ibunya temenku itu.
Beginilah dialognya dengan sedikit improvisasi.
“Bu, pak. Saya mohon pamit.”
Sang ibu langsung menahan,”Walah, lhawong belum makan. Ayo makan dulu! Sudah tak siapin!”
Aku langsung menolak, lha orang baru 1jam yang lalu dikasih tahu kupat sama mangga. Ini makan lagi.
Bapaknya gak mau kalah, “Halah, sudah biasa aja. Gak papa, kamu kan jarang2 kesini.”
“Aduh sudah pak, ni perut masih penuh pak.”
Ibunya masuk ke dalam sambil berkata,”Halah, pkoke kudu maem dulu.!”
‘Aduh, mateng aku.’
Ni bapaknya nambahin.”Halah, Cuma nasi aja kok, sedikit aja. “
‘Aduh, plis pak. Aku emang masih pengen, tapi ni perut juga ada batas maksimalnya pak.’
Ibunya yang tadi masuk, keluar dan mendekatiku…
Meraih tanganku, melebarkan telapak tangan ku dan di tamparkan ke tanganku uang 20 ribu…
“Waduh, Bu. Kok malah duit?”
“Udah ambil, sekarang makan dulu!”
Rangkaian kata2nya sih biasa, tapi nadanya tinggi semua. Memaksaku(padahal juga pengen)untuk maem lagi…
Aku maem diambilin ma Ibu Mr. M. Walah gak ketulungan, piringnya hampir penuh. Apalagi lauknya, ikan kakap bakar pake pete. Dengan sedikit rasa sungkan, aku makan bersama temanku.
Dialog tadi sebenarnya pake bahasa jawa semua, tapi aku mikirin kamu2 yang berasal dari makasar, Jakarta, Padang, bahkan Kalimantan.
Simple aja, aku kaget aja melihat keluarga yang ramah dan baiknya gak ketulungan. Aku sungkan, tapi juga merasa aneh sekaligus kagum.
Padahal emreka hanya tinggal di rumah yang lama, lantainya juga Cuma semen, bukan keramik. Tembok rumah Mr. M juga termasuk golongan yang harus direnovasi. Bapaknya juga sudah tua, apalagi Ibunya.
Sederhana, namun bahagia. Fuh, aku merasakan suasana bahagia dalam keluarga ini. Senyum dan canda di tengah sahajanya hidup mereka.
Semoga mereka termasuk orang2 yang dirahmati Allah…
Yupz. Itulah kisah awal dariku. Jika kamu terbayang Mr. M itu siapa, ato pernah kenal, cobalah datangi rumahnya. Pasti kamu dikasih uang!!!
Akhirnya, sampai jumpa di posting berikutnya. Wassalamu’alaikum…
Tak sedikit hal yang kualami hari ini. Namun, gak bisa dibilang banyak juga. Aku menuliskan sepotong kisah ini, agar aku bisa selalu mengingatnya.
Di tengah rintihan air hujan yang jatuh membasahi bumi, aku sendiri di kamar, nenek dan ibuku sedang larut dalam kekhusyukan sembahyang maghribnya. Setelah membaca 1 ruku’ ayat-ayat suci Al qur’an aku pun melihat hujan sejenak. Empph…aku hirup udaranya dan aku merasa seperti baru saja mendapat limpahan rahmat dan semangat dari Sang Pencipta.
Tapi bukan ini yang ingin aku ceritakan…(gubrak)
Mari kita mulai, tepat saat hujan berhenti turun.
Minggu pagi, matahari bersinar tidak begitu cerah. Aku melihat waktu menunjukkan pukul 06.25. “Saatnya aku bergegas” pikirku. Ngomong2, aku sudah niat, bahwa pada hari ini aku akan main ke tempat teman lamaku waktu SMP dan SMA. Rumahnya di daerah Kartasura. Kalo dihitung2, jaraknya dari rumahku lumayan, mungkin sekitar 20 km.
Jarak segitu, aku akan menempuhnya dengan sepeda onthel(baca:sepeda biasa).
Segera aku mengambil tasku(pinjeman sih, sebenarnya punya temenku, Nabila). Dengan sigap aku memasukkan botol air minum 1,5 liter. Memeriksa dompet, dan hape. “Ok, semua lengkap.”
Tiba2 ibuku datang membawa berita gembira..hahaha..
“Le, mau pibo ninggali kowe duit dingo sangu. Kuwi ning mejo.”
Ada yang gak bisa bahasa jawa? Mari kita terjemahkan..
“Nak, tadi nenek ngasih kamu uang buat jajan. Tuh, di meja.”
Sebagai tambahan, ‘pibo’ bukan berarti ‘nenek’. Nenek, bahasa jawanya itu ‘simbah’, tapi karena waktuku masih imut, gak bisa panggil simbah, akhirnya manggilnya, “Pibo…Pibo!!”
Begitulah ceritanya…
Ehm, kembali ke topic utama. Setelah mengucapkan salam. Aku berdoa dan embgayuh sepedaku. Diiringi music dari MP4 Player yang aku beli dari temenku dengan harga yang sedikit kemahalan.
Mendaki gunung, lewati lembah
Sungai mengalir indah ke samudra
Bersama teman, bertualang…(OST. Ninja Hattori)
Setelah kurang lebih 30 menit mengayuh, akhirnya aku sampai di daerah Windan, Kartasura. Aku piker, daripada ntar aku dikasih makan sama temenku, mending aku sarapan dulu.
Soto lamongan, bubur ayam sukabumi, soto kwali, RM. Padang. Dari semua itu, akhirnya aku memilih bubur kacang ijo. Di depan pabrik Tyfountex yang baunya mirip cokak(asam cuka) aku menikmati bubur kacang ijo yang nikmat itu.
Selesai, aku menghampiri bapak penjualnya dan membayar. Dari sana, entah kenapa hatiku tersentuh. Aku melihat sosok seorang lelaki tua yang umurnya kira2 sudah mencapai 75 tahum masih berkeliling menjualkan bubur kacang ijo. Aku seperti merasakan benar, perjuangan dari kakek ini. Mungkin jika mendengar cerita dari si kakek, aku bisa benar2 menangis.
Yang lebih mengherankan,
“Pak, sudah. Berapa ya Pak?”
Si kakek menjawab,”1500.”
Ini beneran, ato aku salah denger. Rata2 bubur di daerah rumahku dari dulu Rp 2500. Itupun rasa manisnya tidak alami.
Setengah tidak percaya, aku bertanya lagi.
“berapa tadi pak?
Dengan sedikit keras,”Seribu lima ratus mas, bukan dua ribu lima ratus.”
Beneran ternyata. Subhanallah…
Aku bayar tu bubur, lalu segera pergi sambil mendoakan si kakek. Semoga Si Kakek diberi semngat yang lebih dalam berjuang untuk hidupnya.
Begitulah, sepenggal cerita dariku.
Tapi ini belum selesai, aku meneruskan perjalanan ke tempat temenku. Gak sampai 10 menit aku sudah sampai. Sambil mengingat-ingat, aku melihat ke sisi jalan sebelah kanan.
Nah, itu dia.
Sampai di sana, bapaknya yang menyambutku, temanku masih bermain air di kamar mandi. Hehehe…
Fuh, aku beristirahat sambil berbincang2 dengan beliau.
_belum selesai_
*Sebentar, aku mau sholat dulu, biar lebih fresh pikirannya.*
_lanjut lagi_
Setelah lama, akhirnya temanku keluar. Tingkah dan cara bicaranya yang aneh tidak berubah. Biar kugambarkan. Temenku- sebut saja Mr. M-tingkahnya itu beda dari yang lain, seperti orang bodoh, kadang ia berkelakar dan tertawa seperti anak kecil. Pertama kali kenal, gak bakal nyangka kalo dia waktu SMP selalu masuk dalam jajaran juara parallel satu angkatan. Nilainya gak pernah kurang dari 80. Waktu SMA, ia mewakili sekolah dalam lomba Fisika.
Kalo aku ceritakan keanehannya, gak bakal selesai.
Aku di rumah temenku, disetein film jepang. Gila, ceritanya gak romantic, tapi menyentuh. Ada nilai yang bisa kuambil dari cerita itu.
“Kejarlah impianmu, karna impian itu adalah hidup.”
Dari waktu aku sampai, pukul 07.30, sekarang sudah menunjukkan pukul 11.25.
Dengan sedikit berat hati, aku pamit.
Satu lagi keanehan dan keunikan yang kualami, kali ini dari Bapak dan Ibunya temenku itu.
Beginilah dialognya dengan sedikit improvisasi.
“Bu, pak. Saya mohon pamit.”
Sang ibu langsung menahan,”Walah, lhawong belum makan. Ayo makan dulu! Sudah tak siapin!”
Aku langsung menolak, lha orang baru 1jam yang lalu dikasih tahu kupat sama mangga. Ini makan lagi.
Bapaknya gak mau kalah, “Halah, sudah biasa aja. Gak papa, kamu kan jarang2 kesini.”
“Aduh sudah pak, ni perut masih penuh pak.”
Ibunya masuk ke dalam sambil berkata,”Halah, pkoke kudu maem dulu.!”
‘Aduh, mateng aku.’
Ni bapaknya nambahin.”Halah, Cuma nasi aja kok, sedikit aja. “
‘Aduh, plis pak. Aku emang masih pengen, tapi ni perut juga ada batas maksimalnya pak.’
Ibunya yang tadi masuk, keluar dan mendekatiku…
Meraih tanganku, melebarkan telapak tangan ku dan di tamparkan ke tanganku uang 20 ribu…
“Waduh, Bu. Kok malah duit?”
“Udah ambil, sekarang makan dulu!”
Rangkaian kata2nya sih biasa, tapi nadanya tinggi semua. Memaksaku(padahal juga pengen)untuk maem lagi…
Aku maem diambilin ma Ibu Mr. M. Walah gak ketulungan, piringnya hampir penuh. Apalagi lauknya, ikan kakap bakar pake pete. Dengan sedikit rasa sungkan, aku makan bersama temanku.
Dialog tadi sebenarnya pake bahasa jawa semua, tapi aku mikirin kamu2 yang berasal dari makasar, Jakarta, Padang, bahkan Kalimantan.
Simple aja, aku kaget aja melihat keluarga yang ramah dan baiknya gak ketulungan. Aku sungkan, tapi juga merasa aneh sekaligus kagum.
Padahal emreka hanya tinggal di rumah yang lama, lantainya juga Cuma semen, bukan keramik. Tembok rumah Mr. M juga termasuk golongan yang harus direnovasi. Bapaknya juga sudah tua, apalagi Ibunya.
Sederhana, namun bahagia. Fuh, aku merasakan suasana bahagia dalam keluarga ini. Senyum dan canda di tengah sahajanya hidup mereka.
Semoga mereka termasuk orang2 yang dirahmati Allah…
Yupz. Itulah kisah awal dariku. Jika kamu terbayang Mr. M itu siapa, ato pernah kenal, cobalah datangi rumahnya. Pasti kamu dikasih uang!!!
Akhirnya, sampai jumpa di posting berikutnya. Wassalamu’alaikum…
Diposting oleh
Wildan Muhammad
Kamis, 16 Oktober 2008
awal yang pendek dari sebuah kisah yang panjang
asslamualaikum,welcome everybody...
fuh, sebelum aku memulai mengukir beberapa potong kisah hidupku, berbagi ilmu, dan pengalaman, aku ingin bercerita...
Beberapa tahun ini aku sepi dengan segala macam inspirasi yang terlalu banyak mengalir dan memenuhi kepalaku.
jujur aku sangat bingung dengan semua ini.
dulu aku banyak mengalami kepahitan hidup, tapi aku bisa tenang dalam menelan kepahitan itu..
kepalaku sekarang sering pusing dengan hal2 kecil...
bahkan teman2 yang dulu dekat, sekarang jadi jauh banget...
aku merasakan banyak keraguan saat akan melakukan sesuatu..
aku sadar aku banyak dosa, oleh sebab itu, mungkin aku jadi merasa bahwa setiap yang aku lakukan adalah salah sehingga jadi timbul banyak keraguan...
sulit, tapi akan kulalui...
aku ingin berbagi kebahagiaan dan kesedihan denganmu...
karna dengan begitu, aku bisa lebih tenang dan aku bisa memiliki lebih banyak lagi teman...
selamat membaca, semoga bermanfaat buat kita semua...
fuh, sebelum aku memulai mengukir beberapa potong kisah hidupku, berbagi ilmu, dan pengalaman, aku ingin bercerita...
Beberapa tahun ini aku sepi dengan segala macam inspirasi yang terlalu banyak mengalir dan memenuhi kepalaku.
jujur aku sangat bingung dengan semua ini.
dulu aku banyak mengalami kepahitan hidup, tapi aku bisa tenang dalam menelan kepahitan itu..
kepalaku sekarang sering pusing dengan hal2 kecil...
bahkan teman2 yang dulu dekat, sekarang jadi jauh banget...
aku merasakan banyak keraguan saat akan melakukan sesuatu..
aku sadar aku banyak dosa, oleh sebab itu, mungkin aku jadi merasa bahwa setiap yang aku lakukan adalah salah sehingga jadi timbul banyak keraguan...
sulit, tapi akan kulalui...
aku ingin berbagi kebahagiaan dan kesedihan denganmu...
karna dengan begitu, aku bisa lebih tenang dan aku bisa memiliki lebih banyak lagi teman...
selamat membaca, semoga bermanfaat buat kita semua...
Diposting oleh
Wildan Muhammad
Langganan:
Komentar (Atom)

